Categories
Uncategorized

Menghadapi Teman yang Aneh

Bismillahirrahmanirrahim.

Selama sebulan terakhir, saya menghadapi masalah yang sangat besar dalam hal persahabatan. Masalahnya sepele, kami memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang. Tapi hari ini dia bersikap aneh kepada saya.

Saya sedang berbicara tentang sahabat saya… Mr. G (nama asli tidak saya sebutkan).

Dulu rasanya saya dan Mr. G adem-ayem saja. Dia paham apa saja yang saya bicarakan, dan dia tidak pernah bosan dengan topik apa pun, bahkan jika topik itu sudah saya bicarakan berkali-kali. Kami rasanya masih bercanda tawa, mengobrol santai, bahkan meminta beberapa foto Astro dan April – dua grup K-pop yang saat ini sangat saya gilai.

Tapi kegembiraan itu sirna sejak… Mr. G masuk Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung.

Sejak masuk STBA, dia seperti tidak mau diganggu. Bahkan diajak bicara dia tidak mau, karena setelah dia kuliah dia langsung caw (berangkat) les kung fu. Bahkan dia punya wacana menulis novel sendiri. Jadi dia seperti menjauh dari saya.

Saya masih bisa memaklumi orang seperti ini. It’s OK jika Mr. G tidak mau diganggu sampai libur semester. Tapi dia tidak perlu kasar seperti ini. Menyuruh “leave me alone”? Dia masih lebih baik bicara “don’t disturb me” yang terkesan lebih sopan. Saya mengerti itu karena tekanan dari kuliah dan les kung fu, jadi dia stress dan meluapkan emosinya lewat kata-kata tersebut. Tapi ada banyak kegiatan di luar sana yang bisa mengurangi stress.

 

Categories
Uncategorized

Di bawah Kincir Angin, Ada Mayat-mayat Plastik

Saya masih berpikiran soal kebijakan di Kabupaten Jeneponto ini.

Tercermin di salah satu desa tempat saya ber-KKN–pengolahan sampah yang urak-urakan. Di selokan depan rumah tempat saya menginap, popok-popok bayi dibuang begitu saja. Seolah tak ada rasa bersalah, bekas kotoran manusia dibuang pada aliran air.

Fakta bahwa di belakang rumah adalah Posyandu, menguatkan di kepala saya kesimpulan: usaha kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah desa sesuatu yang sia-sia.

Bila imunisasi, serta tahap pemberian makanan bergizi (yang dicetak pada spanduk anggaran desa, yang di tempel di depan kantor desa) kepada anak adalah langkah menjamin tumbuh kembangnya, kenapa tidak pemerintah juga menjamin lingkungan yang asri, karena suatu pemikiran yang melandaskan tentang jaminan kesehatan generasi mud.

Hendaknya diseimbangkan dari luar dan dalam, untuk tubuh yang tidak rentan berpenyakit akibat lingkungan kotor dan menjadi sarang nyamuk di musim hujan.

Anak-anak di desa tempatku ber-KKN bahkan sudah sejak kecil memulung di selokan-selokan; di sawah depan rumah tempatku menginap (sawah seolah menjadi tempat pembuangan akhir mereka) dan aku benci hal ini.

Alasan aku benci kota karena sejak awal aku datang telah kulihat anak-anak yang memulung dan menjadi peminta-minta, sedang hingga sekarang aku tak bisa berbuat apa-apa.

Sama halnya dengan sekarang, saat pembekalan KKN, kampus telah mengisyaratkan agar jangan mencampuri masalah dapur masyarakat sana. Fokus pada tujuan bermasyarakat dan selalu cerminkan nilai-nilai kampus dalam akhlak serta keliahaian individu dalam hal berceramah.

Terdengar seperti heroikisme yang sinting!

 

Categories
ARTIKEL

Ikatan Kovalen

ikatan kovalen

Ikatan kovalen adalah zat yang memiliki ikatan tunggal atau ganda, dengan satu atau lebih atom terikat pada lokasi tertentu. Ikatan tunggal adalah ikatan hidrogen dan dapat dibentuk dengan mengikat dua kutub logam bersama-sama. Ikatan kovalen berbeda karena ikatan terbentuk ketika atom yang berikatan dengan atom lain memiliki elektron tambahan. Dengan demikian, ikatan tunggal memiliki konformasi tunggal. Ikatan kovalen adalah ikatan padat, tetapi beberapa senyawa kovalen kurang stabil daripada yang lain. Mereka umumnya ditemukan dalam senyawa organik, plastik, dan campuran kompleks lainnya.

Sebagian besar ikatan kovalen bersifat polar karena memerlukan dua kutub yang berlawanan secara elektrik untuk pembentukannya. Hal ini membuat mereka sangat mobile, mampu melakukan perjalanan melalui banyak reaksi kimia yang berbeda tanpa terpengaruh. Mobilitas ini memungkinkan pembentukan berulang dari berbagai jenis senyawa, yang memiliki kegunaan yang beragam. Senyawa kovalen terbentuk ketika dua kutub yang berlawanan secara elektrik bersatu, dan titik leleh tinggi selama reaksi.Sebagian besar ikatan kovalen bersifat polar karena memerlukan dua kutub yang berlawanan secara elektrik untuk pembentukannya. Hal ini membuat mereka sangat mobile, mampu melakukan perjalanan melalui banyak reaksi kimia yang berbeda tanpa terpengaruh. Mobilitas ini memungkinkan pembentukan berulang dari berbagai jenis senyawa, yang memiliki kegunaan yang beragam. Senyawa kovalen terbentuk ketika dua kutub yang berlawanan secara elektrik bersatu, dan titik leleh tinggi selama reaksi.Sebagian besar ikatan kovalen bersifat polar karena memerlukan dua kutub yang berlawanan secara elektrik untuk pembentukannya. Hal ini membuat mereka sangat mobile, mampu melakukan perjalanan melalui banyak reaksi kimia yang berbeda tanpa terpengaruh. Mobilitas ini memungkinkan pembentukan berulang dari berbagai jenis senyawa, yang memiliki kegunaan yang beragam. Senyawa kovalen terbentuk ketika dua kutub yang berlawanan secara elektrik bersatu, dan titik leleh tinggi selama reaksi.

Dalam kasus molekul brom dan sitrat, brom menempel pada atom oksigen tunggal dari molekul sitrat, dan sitrat menempel pada atom oksigen tunggal dari molekul brom. Pasangan molekul bromin ini menghasilkan ikatan kovalen antara dua zat. Pasangan dua atom ini menghasilkan molekul tiga atom yang mengandung oksigen, hidrogen, dan karbon. Molekul enam atom yang mengandung oksigen, hidrogen, dan karbon disebut lapisan tunggal, dan ikatan antara atom dari molekul enam atom ini identik dengan ikatan pasangan monoklonal.

Teori ikatan valensi berkaitan dengan bagaimana struktur cincin valensi suatu molekul menghubungkan atom bersama-sama. Cincin valensi terdiri dari lubang pusat yang mengandung setidaknya satu elektron; dan atom hidrogen yang kehilangan elektron tertutup di dalam cincin. Lubang diberi label A-B-C, dengan A adalah lubang yang berisi satu elektron, dan B lubang yang berisi dua elektron. Ikatan antar atom terbentuk ketika lubang yang mengandung elektron dipasangkan dengan atom yang tidak memiliki elektron, menciptakan ikatan hidrogen di antara keduanya. Ketika ikatan hidrogen putus, ikatan baru terbentuk ketika sebuah elektron bergabung dengan atom pasangannya.