Categories
Uncategorized

Menghadapi Teman yang Aneh

Bismillahirrahmanirrahim.

Selama sebulan terakhir, saya menghadapi masalah yang sangat besar dalam hal persahabatan. Masalahnya sepele, kami memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang. Tapi hari ini dia bersikap aneh kepada saya.

Saya sedang berbicara tentang sahabat saya… Mr. G (nama asli tidak saya sebutkan).

Dulu rasanya saya dan Mr. G adem-ayem saja. Dia paham apa saja yang saya bicarakan, dan dia tidak pernah bosan dengan topik apa pun, bahkan jika topik itu sudah saya bicarakan berkali-kali. Kami rasanya masih bercanda tawa, mengobrol santai, bahkan meminta beberapa foto Astro dan April – dua grup K-pop yang saat ini sangat saya gilai.

Tapi kegembiraan itu sirna sejak… Mr. G masuk Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung.

Sejak masuk STBA, dia seperti tidak mau diganggu. Bahkan diajak bicara dia tidak mau, karena setelah dia kuliah dia langsung caw (berangkat) les kung fu. Bahkan dia punya wacana menulis novel sendiri. Jadi dia seperti menjauh dari saya.

Saya masih bisa memaklumi orang seperti ini. It’s OK jika Mr. G tidak mau diganggu sampai libur semester. Tapi dia tidak perlu kasar seperti ini. Menyuruh “leave me alone”? Dia masih lebih baik bicara “don’t disturb me” yang terkesan lebih sopan. Saya mengerti itu karena tekanan dari kuliah dan les kung fu, jadi dia stress dan meluapkan emosinya lewat kata-kata tersebut. Tapi ada banyak kegiatan di luar sana yang bisa mengurangi stress.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *